Senin, 15 Agustus 2016

Soal Ekonomi Pembangunan

  1.            Jelaskan cakupan bahasaembangunan dan masalah pembangunan ekonomi

CAKUPAN BAHASAN EKONOMI PEMBANGUNAN


            Usaha-usaha pembangunan yang banyak dilakukan berbagai NSB pasca PD II dalam pelaksanaannya banyak mengalami kegagalan dalam memecahkan masalah-masalah pembangunan,sejak itu aspek-aspek yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi telah menjadi titik pusat perhatian banyak dan sering dibahas para ahli ekonimi. Pandangan-pandangan para ekonom mengenai aspek yang berkaitan dengan masalah pembangunan di NSB itulah yang disebut sebagai ekonomi pembangunan. Ada beberapa cakupan bahasan dalam Ekonomi Pembangunan diantaranya adalah :


1.      Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi sebagai suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam  suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

2.      Kemiskinan
Kemiskinan sebagai salah satu tolak ukur tingkat pertumbuhan suatu negaran terutama NSB.

3.      Pertumbuhan Modal
 Pertumbuahan modal sebagai salah satu aspek yang penting untuk menciptakan pembangunan.

4.      Pengerahan Tabungan
Rendahnya tingkat tabungan dan pendapatan pajak menimbulkan masalah besar bagi Negara yang sedang berkembang.

5.      Banruan Luar Negeri
Bantuan dana luar negeri memberikan dua sumbangan penting kepada usaha pembangunan (i) sebagai suplemen kepada dana pembangunan yang tersedia di dalam negeri dan (ii) menambah aliran devisa kedalam negeri.


 MASALAH PEMBANGUNAN EKONOMI

       
Identifikasi masalah-masalah pembangunan dimaksudkan untuk mempercepat upaya pembangunan di Negara-negara berkembang. Masalah-masalah yang terindentifikasi adalah factor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi ketimpangan distribusi pendapatan ,kemiskinan, pengangguran , keterbelakangan dan beban ketergantungan.


       I.          I.   KEMISKINAN

Dalam kajian kemiskinan (Fridmann, 1992 : 89 ) sebagai berikut :

a.       Powerty line ( garis kemiskinan ) yaitu tingkat konsumsi rumah tangga minimum yang dapat diterima secara social.
b.      Absolute and relative poverty ( kemiskinan absolute dan relative ) yaitu kemiskinan yang jatuh dibawah standar konsumsi minimum dan karenanya tergantung pada kebaikan. Sedangkan relative adalah kemiskinan yang eksis diatas garis kemiskinan absolute yang sering dianggap sebagai kesenjangan antara kelompok miskin dan kelompok non miskin berdasarkan income relatife.
c.       Deserving poor adalah kaum miskin yang mau peduli dengan orang-orang non-miskin, bersih, bertanggungjawab, mau menerima pekerjaan apa saja demi memperoleh upah yang ditawarkan.
d.      Target population, populasi sasaran adalah kelompok orang tertentu dijadikan sebagai objek dan kebijakan serta program pemerintah. Mereka dapat berumah tangga yang dikepalai perempuan , anak-anak, buruhtani yang tak punya lahan, petani tradisional kecil, korban perang dan wabah, serta penghuni kampong kumuh perkotaan.

    II.            IIPENGANGGURAN

Ketenagakerjaan di Indonesia merupakan masalah klasik. Di satu sisi kelebihan angkatan kerja dan disisi lain kesulitan mencari tenaga kerja yang terampil dan produktif. pengangguran menjadi beban tenaga kerja produktif. Bila tingkat ketergantungan semakin besar akan berdampak persoalan social, politik, dan meningkatnya kriminalitas. Tingkat produksi menurun, pertumbuhan ekonomi melambat dan tingkat kesejahteraan masyarakat turun.

A.    Jenis-jenis Pengangguran 

Jenis Pengangguran Berdasarkan kepada sumber / penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut, yaitu terdiri dari:

a.        Pengangguran normal atau friksional
b.      Pengangguran siklikal
c.       Pengangguran structural
d.      Pengangguran teknologi

Berdasarkan kepada ciri pengangguran yang wujud, yaitu terdiri dari:

1)       Pengangguran terbuka
2)       Pengangguran tersembunyi
3)       Pengangguran musiman
4)       Setengah menganggur

B.      Dampak Pengangguran.

1)      Bagi perekonomian 

a.       Masyarakat tidak dapat memaksimumkan tingkat kesejahteraan yang mungkin dicapainya.
b.       Pendapatan pajak pemerintah berkurang.
c.        Menghambat pertumbuhan ekonomi.

2)       Terhadap Individu dan Masyarakat

a.       Kehilangan mata pencaharian dan pendapatan
b.       Kehilangan atau berkurangnya keterampilan
c.       Menimbulkan ketidak-stabilan sosial dan politik


 III.            INFLASI

Inflasi adalah suatu gejala dimana tingkat harga mengalami kenaikan terus menerus. Berdasarkan definisi tersebut kenaikan harga umum yang terjadi sekali waktu saja, tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi.

A.    Sebeb-sebab timbulnya inflasi
.
1)      Pandangan Keynes ; jumlah uang beredar (Ms) hanyalah salah satu factor penentu tingkat harga. Dalam jangka pendek Agregate Deamand (C,I,G) dan pajak (T) juga mempengaruhi inflasi.

2)      Pandangan Aliran Ekspektasi dan  Ekonomi sisi Penawaran ; Ratex percaya bahwa inflasi merupakan fenomena moneter dan jumlah uang beredar merupakan  kunci untuk mencapai  stabilitas harga. Ekonomi sisi Penawaran . inflasi sebagai fenomena moneter ,pembatasan moneter untuk mengurangi inflasi, juga penurunan tarif  pajak sebagai salah  satu upaya untuk meningkatkan  laju pertumbuhan  penawaran agregat tingkat inflasi dapat dikurangi.

3)      Pandangan kaum strukturalis

a.       Disebabkan adanya kendala atau kekakuan struktual.
b.      Kendala penawaran bahan pangan yang bersifat inelastic.
c.       Kendala devisa
d.      Kendala viskal
e.       Inflasi merupakan suatu yang inherent di dalam proses pembangunan ekonomi itu sendiri.

2.      Jelaskan dan komparasikan karakteristik umum Negara maju dan Negara berkembang !
Jawab

KARAKTERISTIK NEGARA MAJU

      Suatu negara dikelompokkan menjadi Negara maju atau negara berkembang didasarkan atas criteria tertentu seperti di bawah ini :

1)      Pendapatan Perkapital yang Tinggi


Pendapatan perkapital adalah ukuran standar hidup suatu negara yang diperoleh dengan cara membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduknya. Pendapatan perkapital menggambarkan keadaan ekonimi suatu Negara . Negara yang mengoptimalkan potensi sumberdaya perekonomiannya akan berdampak pada pendapatan nya. Kemampuan tersebut akan terkait potensi sumberdaya manusia yang dimiliki Negara tersebut . Negara yang potensi sumber daya manusianya tinggi akan mampu mengoptimalkan sumber daya alam dengan baik sehingga berdampak pada pendapatan perkapital penduduknya.


No
Negara
Pendapatan per kapita (dolar AS)
1
Amerika serikat
53.143
2
Jerman
45.085
3
Jepang
38.492
4
Inggris
39.351
5
Perancis
41.421
6
Indonesia
3.475

2)      Tingkat Kemiskinan yang Rendah

Di Negara maju tidak semua penduduknya berkecukupan atau kaya . bahkan krisis ekonomi yang dialami sejumlah Negara maju membuat sebagian penduduknya jatuh miskin bahkan persentasenya melampaui persentase kemiskinan di sejumlah Negara berkembang. Oleh karena itu , penduduk di Negara maju juga kelompok miskin. Hanya saja Negara maju terdapat jaminan social yang baik. Misalnya di jerman 26,7% pendapatan nasionalnya digunakan untuk belanja Negara dibidang nasional, sedangkan di amerika serikat sekitar 15,9% .


3)      Laju Pertubuhan Penduduk yang Rendah

Data menunjukkan adanya kecenderungan Negara maju didunia mengalami penurunan pertumbuhan penduduknya. Bahkan jepang mengalami angka pertubuhan negative atau jumlah penduduknya mengalami penurunan. Ini desebabkan beberapa alas an sebagai berikut :


a.       Penduduk dinegara maju berpendapat bahwa banyak anak akan menghambat karirnya.
b.      Laki-laki dan perempuan umum nya memiliki kesibukan sehingga mengurangi kesempatan untuk memilik anak dalam jumlah yang besar.
c.       Rata-rata usia menikah relative tinggi sehingga kemungkinan memiliki banyak anak akan semakin terbatas.
d.      Pelayanan kesehatan yang memadahi sehingga mengurangi tingkat kematian.


No
Nama Negara
 Laju perumbuhan penduduk alami
1
Amerika serikat
0.5
2
Jerman
-0.2
3
Jepang
-0.2
4.i
Inggris
0.4
5
Prancis
0.4
6.
Indonesia
1.3

4)      Tingkat Pendidikan Penduduk yang Tinggi

Tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dari rata-rata lama sekolah yang dicapai oleh penduduknya. Rata-rata lama sekolah di Negara maju lebih tinggi dibandingkan dengan Negara berkembang . hal ini dimungkinkan karena Negara mampu membangun fasilitas pendidikan yang memadai dan warga Negara juga memiliki pendapatan yang memadai sehingga manyadiakan anaknya sampai jenjang tertinggi. Berikut ini pendidikan atara Indonesia dengan Negara maju.



No
Nama Negara
Rata rata lama negara
1.
Amerika serikat
16.5
2
Jerman
16.3
3.
Jepang
15.5
4
Inggris
16.2
5.
Prancis
16.0
6.
Indonesia
12.7

5)      Kemajuan Teknoligi yang Tinggi

Perkembangan industry Negara maju didorong oleh kemajuan teknologi. Eksploitasi atau pemanfaatan sumber daya alam akan makin mudah dan cepat dengan bantuan teknologi sehingga mampu memberikan hasil yang optimal. Negara yang tidak memiliki sumber daya alam pun, dengan teknologi mereka mampu mengolah sumber daya alam yang didatangkan dari Negara lainnya sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.


6)      Keadaan Sosial Budaya

Masyarakat Negara maju memiliki pola piker yang logis. Mereka tidak percaya dengan hal hal mistis dan tahayul . bagi mereka keberhasilan tidak dapat dicapai dengan instan, tepai harus dicapai dengan kerja keras dan penuh perencanaan. Hal yang berbeda dengan sebagian masyarakat di Indonesia yang percaya dengan mistis.

7)      Industrialisasi

Industry di Negara maju berkembang pesat sehingga banyak penduduk yang tertarik bekerja pada sector tersebut dengan imbalan yang lebih baik. Sementara itu, sector pertanian dilakukan secara mekanisasi sehingga makin sedikit menyerap tenaga kerja . berikut ini perbandingan industry dan sector pertanian di Indonesia dibandingkan dengan sector sector yang sama di Negara maju.



No
Negara
Sektor industry
Sektor jasa
Sektor pertanian
1.
Amerika serikat
20.7
78.3
1
2.
Jerman
28.6
70.3
1.1
3
Jepang
25.3
73.5
1.3
4
Inggris
26
72.9
1.1
5
Prancis
21.4
76.1
2.5
6
Indonesia
23.77
10.84
14.98

       KARAKTERISTIK NAGARA BERKEMBANG

1)      Tingkat Kemakmuran Relatif Rendah

      Banyak factor yang mempengaruhi taraf kemakmuran masyarakat . misalnya keadaan perumahan yang mereka diami , ada tidaknya aliran listrik , fasilitas untuk memperoleh air bersih, keadaan infrastruktur pada umumnya , dan tingkat pendapatan yang diperoleh merupakan beberapa factor penting yang sangat mempengaruhi tingkat kemakmuran . dari beberapa factor yang ada salah satu factor yang paling penting adalah pendapatan yang diperoleh masyarakatnya . dengan demikian pendapatan perkapital dapat digunakan sebagai alat pengukur kasar taraf kemakmuran yang dicapai penduduk. Sebagai akibat pendapatan yang rendah , sehinga Negara berkembang menghadapi masalah cukup besar diantaranya dibidang .

  • ·         Masalah kekurangan gizi dan taraf kesehatan yang rendah . ini dapat terlihat dari jumlah kalori makanan yang belum mencapai minimum, life expectancy yang rendah, tingkat kematian pertahun dan tingkat kematian bayi yang cukup tinggi.
  • ·      Kemiskinan masih meluas. Bagian yang cukup besar dari penduduk yang pendapatannya tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan minimum sehari.
  • ·    Taraf pendidikan yang masih renadah. Sebagai dari akibat dari tingkat pendapatan yang rendah , cukup banya kemuarga di Negara berkembang yang tidak memiliki biaya untuk anaknya sekolah.


2)       Produktivitas Pekerja Masih Rendah

Produktivitas yang dimaksud adalah tingkat produksi yang dihasilkan seseotang pertahun. Tingkat produktivitas seseorang pekerja dinegara berkembang masih cukup rendah dibandingkan dengan tingkat produktifitas tenaga kerja Negara maju. Hal tersebut disebabkan :

  • ·         Sebagian besar penduduk di Negara berkembang berada di sector pertanian tradisional yang sering menghadapi masalah pengangguran terselubung, berarti kelebihan tenaga kerja di sektot pertanian, akan menurunkan lagi produksi rata-rata pekerja.
  • ·         Kebanyakan usaha di sector manufaktur terdiri dari usaha keluarga, yang menggunakan mesin yang masih kebangkan usaha tradisional dan bersifat padat karya.
  • ·         Sector jasa, seperti sector pertanian , menghadapi masalah pengangguran terselubung dan menurunkan tingkat produktifitas .
  • ·         Diberbagai sector ekonomi, taraf pendidikan dan kesejahtraan pekerja belum mencapai tahap yang diinginkn dan cenderung mengurangi tingkat produktifitas.


3)      Tingkat Pertambahan Penduduk Cukup Tinggi

Dalam bidang kesehatan dan pengobatan sangat mempengaruhi taraf kesehatan penduduk . salah satunya akibat dan perkembangan tingkat kematian semakin berkurang , pada waktu yang sama tingkat kelahiran tidak mengalami perubahan, dengan adanya sifat perubahan tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang ada , menyebabkan tingkat pertambahan 

penduduk di Negara berkembang menjadi semakin cepat.

4)      Kegiatan Ekonomi Bersifat ‘’Dualistis”


Kegiatan ekonomi yang bersifat dualistis adalah suatu kegiatan ekonomi tertentu atau dalam sector tertentu yang mengunakan dua teknologi yang sangant berbeda. Kegiatan ekonomi yang bersifat dualistis berlangsung dalam hamper semua sector kegiatan ekonomi. Yaitu sector pertanian , manufaktur , dan jasa, contohnya dalam sector industry, yao=itu misalnya dalam industry membuat pakaian. Industry garmen untuk ekspor menggunakan cara produksi secara missal , sedangkan untuk penjahit dikampung menghasilkan pakaian berdasarkan pesanan. Hal tersebut memunculkan dualism social dualism social di Negara berkembang.



5)      Kegiatan Ekonomi Berpusat Disektot Pertanian

Lebih setengah abad belakangan ini, dibeberapa negara berkembang telah terjadi perubahan kegiatan ekonomi yang drastis. Malaysia misalnya, ketika mencapai kemerdekaan di than 1957, kegiatan ekonomi masih bertumpu pada sector pertanian. Artinya, sebagian tenaga kerja berada di sektor tersebut, dengan begitu bagian terbesar dari pendapatan nasional berasal dari kegiatan pertanian dan hasil pertanian merupakan produk ekspor yang utama. Pada saat ini keadaan telah berubah, baik ditinjau dari segi menyediakan kesempatan kerja, mewujudkan pendapatan nasional dan sumber pendapatan ekspor, peranan pertanian telah semakin merosot, sedangkan peranan sector industri dan jasa menjadi sangat penting.


6)      Bahan Mentah Merupakan Bahan Ekspor Utama

Di banyak negate berkembang kecenderungan ini masihtetap ada. Cirri umum dari ekspor hasil sector primer tersebut adalah , beberapa jenis bahan mentah merupakan bagian terbesat dari keseluruhan ekspor, sebagai contoh timah dan minyak bumi merupakan ekspor terbesar dari Bolivia dan meliputi lebih kurang dua pertiga dari keseluruhan ekspor.


3.      Pembangunan ekonomi ditunjukkan dengan kemajuan dan pertumbuhan pendapatan nasional, jelaskan :

a.       Definisi
b.      Metode perhitungan
c.       Laju pertumbuhan pendapatan nasional


Jawab


a.                    – Kemajuan pembangunan ekonomi ialah perkataan yang digunakan secara meluas dalam semua media massa diselurug dunia dan merupakan konsep yang kerap kali disebut dan dibincangkan oleh semua lapisan masyarakat, sama ada di timur maupun di barat , terutama di kalangan ahli politik, dan ahli sains social. Pertumbuhan ekonomi bukan saja memerlukan pertambahan sumber ekonomi secara kuantitatif, tetapi boleh juga dicapai melalui peningkatan kualiti sumber ekonomi. Contohnya, peningkatan kualiti yang ada pada sumber manusia, yaitu dari segi kemahiran dan pengetahuan yang tersedia. Peningkatan kualiti sumber manusia boleh meningkatkan keahlian bekerja, dan seterusnya meningkatkan produktivitas. Dengan cara ini juga pengeluaran keseluruhan barangan dan permintaan dapat ditingkatkan.

- Pertumbuhan Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara (Sukirno, 2008, p36). Pengertian berbeda dituliskan dengan huruf besar P dan N, dimana Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu (Sukirno, 2008, hal: 36).

b.      Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

Perhitungan pendapatan nasional dimulai dengan Produk Domestik Bruto. PDB itu sendiri dapat dihitung atau diukur dengan tiga macam pendekatan yaitu:

a.       Pendekatan Produksi

Menurut pendekatan produksi PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Unit-unit produksi yg dimaksud secara garis besar dipilah-pilah menjadi 11 sektor atau lapangan usaha, yaitu:

1.   Pertanian   
2.   Pertambangan dan penggalian
3.   Industri pengolahan   
4.   Listrik, gas dan air minum   
5.   Bangunan             
6.   Perdagangan
7.   Pengangkutan dan komunikasi
8.   Bank dan lembaga keuangan lainnya
9.   Sewa rumah
10. Pemerintah
11. Jasa-jasa

b.       Pendekatan Pendapatan

Menurut pendekatan pendapatan PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor yang turut serta dalam proses produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Balas jasa yang dimaksud meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan keuntungan.

c.       Pendekatan Pengeluaran

Menurut pendekatan pengeluaran PDB adalah jumlah seluruh komponen permintaan akhir meliputi:

a.       Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari     keuntungan
b.       Pembentukan modal tetap domestik bruto dan perubahan stok
c.       Pengeluaran konsumsi pemerintah
d.       Ekspor neto (yaitu ekspor dikurangi impor) dalam jangka waktu setahun

c.               Laju pertumbuhan ekonomi nasional adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya.

Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya. Berkelanjutan pertumbuhan ekonomi harus mengarah standar hidup yang lebih tinggi nyata dan kerja meningkat. Indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat Pertumbuhan Ekonomi .

·         Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto)
·         Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto)
Pertumbuhan Eknonomi   =  (PDB 2014 – PDB 2013): PDB 2013 x 100
Sebagai contoh, berikut adalah data PDB Indonesia padat  tahun 2011 – 2014
Tahun
PDB (Milyar Rp.)
2011
2.464.677,0
2012
2.618.936,0
2013
2.770.345,0
2014
2.909.181,5

Data PDB kita hitung berdasarkan rumus diatas:
Pertumbuhan Ekonomi 2014= (PDB 2014 – PDB 2013): PDB 2013 x 100
                                                = (2.909.181,5 – 2.770.345,0) : 2.770.345,0 x 100
                                                = 5,01 %



Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara

Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia                                           
3. Kenaikan produktivitas
Faktor-faktor pertumbuhan ekonomi
• Faktor sumber daya manusia
• Faktor sumber daya alam
• Faktor ilmu pengetahuan dan teknologi
• Faktor budaya
• Sumber daya modal
4.      Indicator keberhasilan pembangunan ekonomi ditunjukkan melalui 2 indikator yaitu :

a.       Indikator moneter -> Pendapatan Perkapital dan kesejahtraan ekonomi bersih.
b.      Indicator non moneter -> indicator social , kualitas hidup dan pembangunan manusia.
Jelaskan 2 indikator tersebut

Jawab
a.       Indikator Moneter

·         Indikator Pendapatan Per Kapital

Perekonomian dikatakan sedang tumbuh / berkembang apabila adanya serangkaian peristiwa yang timbul untuk mewujudkan peningkatan pendapatan per kapita dalam jangka waktu panjang, sehingga sekalipun ada satu waktu di mana peningkatan pendapatan per kapita seolah-olah terhenti, tapi bila di waktu mendatang terjadi peningkatan , maka itu tetap dapat disebut terdapat pembangunan ekonomi.

Melalui indikator pendapatan perkapita ini Bank Dunia (2003) mengklasifikasikan negara menjadi tiga golongan, yaitu :

a)   Negara berpenghasilan rendah (low-income economies)
Negara-negara ini memiliki Pendapatan perkapita Kurang atau sama dengan US$ 745 petahun.

b)   Negara berpenghasilan menengah (middle-income economies)
Kelompok Negara ini memiliki Pendapatan perkapita lebih dari US$ 745 namun kurang dari US$ 8.626 pertahun

Kelemahan umum Pendekatan Pendapatan Per Kapita, Kelemahan dalam indikator ini adalah bersumber pada anggapan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat ditentukan oleh besarnya pendapatan per kapita msayarakat tersebut.


        Kelemahan Metodologi Pendekatan Pendatapan per Kapita ,Nilai pendapatan perkapita secara khusus merupakan  indeks untuk menunjukkan perbandingan kesejahteraan dan jurang  tingkat kesejahteraan antar masyarakat masih mempunyai kelemahan. Kelemahan tersebut timbul karena perbandingan dengan cara demikian mengabaikan adanya perbedaan-perbedaan antara Negara dalam hal seperti, struktur umur penduduk, distribusi pendpatan masyarakat nasional, metode perhitungan pendapatan, dan perbedaan nilai mata uang nasional dengan mata uang dolar Amerika Serikat.


·         Indikator Kesejahteraan Ekonomi Bersih (Net Economic Welfare)
Diperkenalkan William Nordhaus dan James Tobin (1972), menyempurnakan nilai-nilai GNP untuk memperoleh indikator ekonomi yg lebih baik, dengan dua cara :

a.       Koreksi Positip : Memperhatikan waktu senggang (leisure time) dan perekonomian sektor informal.

b.      Koreksi Negatif : Kerusakan lingkungan oleh kegiatan pembangunan


b.      Indikator Non Moneter

Indikator ini merupakan indicator yang diambil dari beberapa hal pokok yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Sama halnya dengan indicator sebelumnya, Indikator memiliki beberapa macam-macam sub- Indikator. Berikut ini adalah uraiannya.


1.      Indikator Sosial

      Ahli Pembangunan Ekonomi yang bernama Beckerman membedakan berbagai penelitian tentang cara-cara membandingkan tingkat kesejahteraan dalam 3 kelompok.

1.      Kelompok pertama, merupakan suatu usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan yang terjadi dalam masyarakat yang ada di dalam dua atau beberapa Negara dengan cara memperbaiki pelaksanaan dalam perhitungan pendapatan nasional biasa. Usaha ini dipelopori oleh Colin Clark yang selanjutnya disempurnakan oleh Gilbert dan Kravis.


2.      Kelompok kedua, dengan usaha membuat penyesuaian dalam pendapatan masyarakat yang dibandingkan dengan melihat pertimbangan perbedaan tingkat harga disetiap Negara.


3.      Kelompok ketiga, adalah usaha untuk membuat perbandingan tingkat kesejahteraan dari setiap Negara berdasarkan pada data yang tidak bersifat moneter seperti, jumlah kendaraan bermotor, konsumsi minyak, jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan, dan usaha ini dipelopori oleh tokoh yang bernama Bennet.

Menurut Beckerman, dari tiga cara diatas, cara yang dirasa paling tepat adalah cara yang dilakukan oleh Gilbert dan Kravis. Cara ini merupakan usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan dan pembangunan di berbagai Negara dengan memperbaiki metode pembanding dengan menggunakan data pendapatan nasional dari masing-masing Negara.


2.      Indeks Kualitas Hidup dan Pembangunan Manusia (IPM)

Untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, ada sebuah indeks gabungan yang dikenal dengan Physical Quality of Line Index (PQLI) dan Indeks Kualitas Hidup (IKH). Indeks ini diperkenalkan oleh Morris D. Morris. Indeks Kulaitas Hidup (IKH) terdiri dari 3 indikator yakni, tingkat harapan hidup, angka kematian, dan tingkat melek huruf.

Sejak tahun 1990, UnitedNetions for Development Program   (UNDP) ini  mengembangkan indeks yang sering dikenal dengan istilah Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Sedangkan indicator yang digunakan untu mengukur indeks ini adalah:

1.      Tingkat harapan hidup.
2.      Tingkat melek huruf masyarakat.
3.      Pendapatan riil perkapita berdasarkan daya beli masing-masing Negara.


Indeks HDI ini besarannya antara 0 sampai dengan 1,0. Apabila angka indeks yang diperoleh dari suatu Negara mendekati 1, maka HDI di Negara tersebut semakin tinggi. Sedangkan, apabila angka indeks mendekati 0, maka Negara tersebut memiliki indeks pembangunan manusia yang rendah.

5.      Ada berbagai mazhab dalam teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya :

a.       Mazhab Historismus :
·         Friendric List
·         Bruno Hildebrand
·         Karl Bucher
·         Karl Walt Whitman Rostow


b.      Mazhab Analisis
·         Teori klasik :
Ø  Adam Smith
Ø  David Ricardo
·         Teori non klasik :
Ø  Solow Swan
Ø  Keynestan (Domar)
·         Teori Schumpeter :
Ø  Ekonomi Develotmen
·         Teori ketergantungan

Jelaskan mazhab, teori dan pernyataan dari masing-masing ekonomi perintisnya
Jawab

a)      Mazhab Historismus

·          Friedrich List ,sebenarnya adalah seorang penganut paham Laissez faire yang berpendapat bahwa sistem atau paham ini dapat menjamin alokasi sumber daya yang optimal. Dengan kata-kata lain perkembangan ekonomi hanya terjadi apabila dalam masyarakat terdapat kebebasan dalam organisasi politik dan kebebasan perorangan.


Tetapi ia menghendaki adanya proteksi pemerintah bagi industri-industri yang masih lemah. Suatu hal yang dapat dimengerti karena dia menghendaki berkembangnya industri di Jerman yang pada waktu itu masih jauh tertinggal dibandingkan dengan di Inggris.Dengan demikian menurut Friedrich List perkembangan ekonomi yang sebenarnya tergantung kepada peranan pemerintah, organisasi swasta dan lingkungan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Friedrich List meneliti tahap-tahap pertumbuhan ekonomi dari segi perkembangan teknik produksi atau perilaku masyarakat dalam berproduksi. Tahap-tahap tersebut adalah , 1) mengembara,2) berternak, 3)pertanian,4) pertanian dan industry rumah tangga { manufaktur ), 5)pertanian, industry manufaktur dan perdagangan


·         Bruno Hildebrand, Bruno Hildebrand mengkritik Friedrich List dan berdasarkan pengalaman Inggris dia mengatakan bahwa perkembangan masyarakat atau ekonomi bukan karena sifat-sifat produksi atau konsumsi, tetapi karena perubahan-perubahan dalam metoda distribusi yang digunakan.Dia menganalisis proses pertumbuhan ekonomi dari segi evolusi alat-alat tukar, yaitu


1.       Perekonomian barter (ditukarkan dengan barang), adalah bentuk perekonomian pertukaran yang paling awal. Meskipun demikian dalam perekonomian modern dewasa ini masih dijumpai barter tetapi terwujudnya sudah lebih maju sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam perekonomian barter, khususnya barter yang tradisional barang-barang (atau jasa-jasa) dipertukarkan secara langsung oleh kedua pihak.

2.       Perekonomian uang , dalam perekonomian ini, pertukaran dilakukan dengan menggunakan suatu media yang disbut uang. Namun demikian kegunaan uang lama-kelamaan juga mengalami perkembangan sehingga tidak hanya lagi sekedar alat tukar. Dalam kepustakaan teori ekonomi moneter dikenal 4 kegunaan uang berikut, dua yang pertama diantaranya sangat mendasar sedang dua lainnya merupakan tambahan, yaitu: (a) alat tukar, (b) alat penyimpan nilai/ daya beli, (c) Satuan hitung, (d) Ukuran pembayaran masa depan (hutang piutang).

3.       Perekonomian kredit, dalam setiap transaksi selalu dijumpai tiga fenomena berikut: (a) Negosiasi, (b)Penyerahan barang dan jasa yang ditransaksikan, dan (c) Pembayaran (dalam perekonomian uang lazim dengan menggunakan satuan mata uang tersebut). Apabila antara penyerahan barang/jasa dengan pembayaran terdapat perbedaan waktu yang cukup berarti (sesuai dengan perjanjian kedua pihak yang terlibat dalam perdagangan tersebut), maka proses pertukaran itu dikatakan berlangsung secara kredit. Bila proses pertukaran semacam ini sudah umum terjadi dalam suatu pertukaran, maka perekonomian itu dapat disebut “perekonomian kredit”.


·         Karl Bucher, mengemukakan analisisnya dengan mengacu kepada evolusi perekonomian di Jerman. Dia mencoba mensintesakan pendapat List dan Hildebrand dengan mengatakan bahwa perekonomian tumbuh melalui 3 tahap, yaitu:


1.      Perekonomian Rumah Tangga

     Pada tahap ini suatu rumah tangga memproduksi sendiri produk-produk yang mereka butuhkan, yang dengan demikian tidak terdapat perdagangan seperti yang banyak dikenal pada saat sekarang.Unit-unit produksi dengan sendirinya juga merupakan unit-unit konsumsi.Dalam pada itu kebutuhan masyarakat terhadap barang-barang dan jasa-jasa masih sangat terbatas.Organisasi produksi hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sangat pokok dengan menggunakan teknologi yang masih sangat sederhana


2.      Perekonomian Kota

Dalam tahap ini, perdagangan sudah meluas. Sebelumnya memang sudah terjadi juga perdagangan, tetapi skalanya masih sangat kecil dan mungkin hanya bersifat antar keluarga di suatu dusun, kampung atau pedesaan, dimana diantara para pelaku satu sama lain mungkin masih saling mengenal. Pasar (terutama dalam arti fisik) memang cenderung untuk berada di tempat yang relatif ramai, meskipun berlokasi di daerah pedesaan. Dengan semakin berkembangnya perdagangan, maka pasar akan semakin ramai pula, seingga lama-kelamaan berkembang menjadi suatu kawasan yang disebut kota yang melahirkan perekonomian kota.


3.      Perekonomian Nasional

Pada tahap ini produksi dan pertukaran sudah mengalami kemajuan selangkah lagi dimana hampir semua kegiatan ekonomi perkotaan dan pedesaan di suatu negara sudah semakin terintegrasi.Begitu pula batas wilayah kekuasaan antara satu negara dengan negara lainnya sudah semakin jelas.Peranan pemerintah dalam ekonomi perdagangan dengan demikian menjadi semakin penting.Zaman ini di Eropa pada masa itu biasa disebut dengan merkantilisme (1500-1750 Masehi) atau zaman kapitalisme awal.Merkantilisme adalah suatu paham yang menekankan pentingnya pembentukan suatu negara nasional yang kuat melalui pemupukan kemakmuran nasional.Dalam pelaksanaannya pengembangan perekonomian nasional ini dilakukan dalam konteks internasional, dimana kebijaksanaan perdagangan internasional memperoleh perhatian yang sangat penting.

·         Karl Walt Whitman Rostow

Teori tahap-tahap pertumbuhan ekonomi Rostow dapat dikatakan sebagai reaksi terhadap teori komunis Marx. Hal ini terlihat dari karya utama Rostow yang berjudul: The Stages of Economic Growth A Non-Communist Manifesto. Seperti analisis Marx, model pertumbuhan ini ternyata jauh lebih berpengaruh kepada para politisi daripada kepada para teoritisi ekonomi atau sejarawan profesional

Rostow yang beradal dari TexasUniversity mengajukan lima tahap pertumbuhan ekonomi, yaitu :

1.      Masyarakat Tradisional

Tahap ini adalah tahap paling awal dari pertumbuhan ekonomi, yang menurut  Rostow mempunyai karakteristik sebagai berikut :

(a)    Kebiasaan-kebiasaan lama menentukan organisasi dan metoda produksi.
(b)       Dampak sains teknologi terhadap kegiatan ekonomi relatif kecil.
(c)    Masyarakat merasa tidak memerlukan perubahan.

Ketiga karakteristik utama ini satu sama lain saling berkaitan sehingga yang satu sering merupakan akibat bagi yang lain.


2.      Prakondisi untuk Take-off

Tahap kedua adalah tahap transisi dari tradisional ke take-off.  Pada tahap ini prasyarat-prasyarat untuk take-off dibangun atau atau tercipta. Di negara-negara Eropa Barat prasyarat-prasyarat ini diciptakan secara perlahan-lahan, yaitu sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI, yaitu pada waktu abad pertengahan berakhir dan abad modern dimulai.


 Dari segi prasyarat yang harus dipenuhi untuk masuk ke tahap ini Rostow membedakan dua kategori negara berdasarkan sistem masyarakatnya:

a.       Negara yang harus merombak sistem masyarakatnya yang tradisional. Tipe ini dialami oleh kebanyakan negara-negara Asia, Timur Tengah dan Afrika


b.       Negara-negara yang tidak perlu merombak sistem masyarakatnya, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Negara-negara ini tidak perlu merombak sistem masyarakatnya, karena sebagian besar penduduk negara-negara ini berasal dari Eropa Barat yang sudah lebih dulu berkembang, dan oleh karena itu sudah memiliki sifat-sifat yang diperlukan untuk berada pada tahap “Prakondisi untuk Take off”. Perhatikan bahwa negara-negara ini adalah bekas jajahan Inggris dan hingga kini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya


3.      Periode Take-off

Menurut Rostow waktu yang diperlukan dalam periode ini berkisar antara 20 sampai dengan 30 tahun. Untuk take off suatu negara harus memenuhi tiga syarat (karakteristik) berikut.

a.       Investasi Netto meningkat sekitar dua kali lipa hingga menjadi di atas 10 persen dari GNP atau pendapatan nasional.

b.      Berkembangnya satu atau beberapa sektor (industri) manufaktur penting dengan laju pertumbuhan yang tinggi

c.       Hadirnya secara cepat suatu kerangka politik, sosial dan organisasi yang menampung hasrat ekspansi di sektor modern dan menumbuhkan daya dorong kepada pertumbuhan.

Ketiga syarat tersebut satu sama lainnya saling berkaitan dan selanjutnya akan dibahas satu per satu.

4.      Periode Menuju Kematangan (Drive to Maturity)

ini memerlukan waktu sekitar 40 atau 50 tahun. Karakteristik suatu perekonomian yang berada dalam periode ini adalah sebagai berikut:

a.       Teknologi produksi sudah matang
b.      Rentangan produksi semakin meluas
c.       Struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan
d.      Kepemimpinan dunia usaha mengalami perubahan
e.       Adanya gejala kebosanan masyarakat terhadap kemajuan industrialisasi
Kelima karakteristik ini satu sama lain saling berkaitan dimana yang satu merupakan akibat dari yang lai


5.      Periode Konsumsi Tinggi dan Besar-besaran

Merupakan kelanjutan dari periode menuju kematangan. Disebut konsumsi tinggi dan besar-besaran ((Highmass consumption) karena dalam periode ini terdapat perkembangan yang pesat dalam konsumsi masyarakat, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Karakteristiknya secara garis besar adalah sebagai berikut:
a.       Pemenuhan produk-produk kebutuhan pokok bukan lagi merupakan problema utama.

b.      Perhatian masyarakat lebih ditujukan kepada masalah-masalah konsumsi dan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas, tidak lagi pada masalah produksi seperti pada peridoe sebelumnya. Dengan kata lain pada tahap ini keseimbangan perhatian masyarakat sudah beralih dari penawaran ke permintaan. Jumlah barang-barang konsumsi yang dibutuhkan oleh masyarakat (konsumen) sudah semakin banyak yang dapat dipenuhi. Konsumsi barang-barang konsumsi tahan lama, seperti mobil, kulkas dan peralatan rumah tangga lainnya menjadi semakin populer


c.       Adanya migrasi ke pinggiran kota

d.      Suasana persaingan semakin tajam terutama dalam al: (i) memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri; (ii) menciptakan kemakmuran yang lebih merata bagi penduduk, misalnya melalui penerapan sistem pajak progresif, peningkatan jaminan sosial dan pengadaan fasilitas hiburan bagi para pekerja; dan (iii) Mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat.Kecenderungan kepada konsumsi besar-besaran barang-barang yang tahan lama (durable goods), ketiadaan pengangguran dan peningkatan kesadaran akan jaminan sosial membawa perekonomian kepada laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi.


      Mazhab Analisis

1.      Teori Klasik :

a.       Adam Smit , berpendapat  untuk berlakunya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja agar produktivitas tenaga kerja bertambah. Pembagian kerja harus ada akumulasi kapital terlebih dahulu yang berasal dari dari dana tabungan, juga menitik beratkan pada Luas Pasar. Pasar harus seluas mungkin agar dapat menampung hasil produksi, sehingga perdagangan internasional menarik perhatian. pasar terdiri pasar luar negeri dan pasar dalam negeri. Sekali pertumbuhan itu mulai maka ia akan bersifat kumulatif artinya bila ada pasar yang dan ada akumulasi kapital, pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikkan tingkat produktivitas tenaga kerja. Berikut ada beberapa teori dari smith :


1.      Sumber Pemikitan , Paham filsafat naturalis merupakan landasan pemikiran Smith. Tetapi Smith tidak mulai dari nol, rantai panjang telah merangkai landasan tersebut. Dalam aliran ini ditemukan nama-nama Stoic dan Epicturus dalam filsafat alamiah Yunani kuno. Dalam kerajaan Romawi juga tercatat nama-nama besar, seperti Cicero, Seneca dan Epictitus. Selanjutnya dalam kurun waktu Renaissance dan Reformasi aliran ini kembali mengalami modifikasi dalam karya-karya Bacon, Hobbes dan Locke. Aliran Pisiokrat mengembangkannya lebih lanjut dan pada masa Adam Smith sepenuhnya mekar dalam pemikiran ekonomi.


2.      Filsafat Sosial dan Politik , menyatakan bahwa pada hakekatnya perilaku manusia mempunyai enam motif. Keenam motif itu adala cinta diri sendiri (self-love), simpati, keinginan untuk merdeka, mempunyai sopan santun (sense of propriety), senang bekerja dan cenderung untuk saling menukar, barter dengan barang-barang lain. Dengan dasar dan motif ini manusia bebas mempertimbangkan dan memperoleh apa yang dia rasa patut untuk kepentingan dirinya. Mencintai diri sendiri saling berkaitan dengan motif-motif lainnya, terutama  dengan motif simpati dengan motif ini akan dicapai keseimbangan alamiah perilaku manusia, yang katanya diatur olehinvisible hand. Konsekuensi dari motif tersebut adalah campur tangan pemerintah yang terlalu jauh yang akan bersifat negative.


3.      TEORI NILAI , Teori nilai tidak kurang dari dua ratus tahun sebeluim buku Smith yang terkenal itu terbit, ahli-ahli ekonomi senantiasa mencari sumber akhir kekayaan suatu bangsa. Seperti telah diutarakan pada uraian aliran pemikiran ekonomi, merkantilisme mengandalkan sumber kekayaan pada perdagangan luar negeri. Sedangkan aliran fisiokrat melihatnya dari sektor pertanian dan pertukaran. Adam Smith melanjutkan pemikiran-pemikiran yang telah ada sebelumnya yakni yang telah dikemukakan oleh Petty dan Chantillon. Smith melihat bahwa tenaga kerja adalah sumber dari kebutuhan hidup. Menurut Smith, kekayaan suatu bangsa tergantung pada: Pertama, tingkat produktivitas tenaga kerja dan kedua, jumlah penggunaan tenaga kerja, yakni tenaga kerja produktif yang terpakai.


4.      Teoti Modal dan Distribusi , Pada uraian tadi telah disampaikan bahwa pada ekonomi yang lebih modern, telah terjadi akumulasi modal dan lahan dimiliki tuan lahan, sedangkan pemilik modal mendapat laba. Dengan demikian terjadi pergeseran arti teori nilai yang semula dikemukakan Smith, yang dianggap berlaku pada masyarakat dengan ekonomi yang primitif. Dengan demikian, nilai nyata suatu barang sama dengan ongkos produksi. Jadi sumber nilai bukan hanya tenaga kerja, tetapi juga lahan dan pemilik modal.


b.      David Ricardo , berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga dua kali lipat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami kemandegan (statonary state). Teori ini dituangkannya dalam bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.


2.      Teori Non Klasik :

a.       Solow Swan, Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung kepada pertambahan penyediaan faktor¬faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi. Pandangan ini didasarkan kepada anggapan yang mendasari analisis Klasik, yaitu perekonomian akan tetap mengalami tingkat pengerjaan penuh (full employment) dan kapasitas peralatan modal akan tetap sepenuhnya digunakan sepanjang waktu. Dengan kata lain, sampai di mana perekonomian akan berkembang tergantung pada pertambahan penduduk, akumulasi kapital, dan kemajuan teknologi.

menurut teori ini, rasio modal-output (capital-output ratio = COR) bisa berubah. Dengan kata lain, untuk menciptakan sejumlah output tertentu, bisa digunakanjumlah modal yang berbeda-beda dengan bantuan tenaga kerja yang jumlahnya berbeda-beda pula, sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika lebih banyak modal yang digunakan, maka tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit. Sebaliknya jika modal yang digunakan lebih sedikit, maka lebih banyak tenaga kerja yang digunakan. Dengan adanya “keluwesan” (fleksibilitas) ini suatu perekonomian mempunyai kebebasan yang talk terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu. Fungsi Solow-Swan bisa dituliskan dengan cara berikut :
                                                                                                                                                                                                           Q = F(K,L)
                        Ket:
                        K = capital
                        L = tenaga kerja

Walaupun dalam kerangka umum dari model Solow-Swan mirip dengan model model Harrod-Domar, tetapi model Solow-Swan  lebih “luwes” karena :


Walaupun dalam kerangka umum dari model Solow-Swan mirip dengan model model Harrod-Domar, tetapi model Solow-Swan  lebih “luwes” karena :


(a)         Menghindari masalahy “ketidakstabilan” yang mkemrupakan cirri warranted rate of growth dalam model Harrod-Domar

(b)   Bisa lebih luwes digunakan untuk menjelaskan masalah-masalah distribusi pendapatan.
Ada empat hal yang melandasi model Neo-Klasik:

(a)    Tenaga kerja (atau produk), L, tumbuh dengan laju tertentu, misalnya p per tahun

(b)   Adanya fungsi produksi Q = F ( K, L ) yang berlaku bagi setiap produksi.

(c)    Adanya kecenderungan menabung (prospensity to save) oleh masyarakat yang dinyatakan sebagai proporsi (s) tertentu dari output (Q0. Tabungan masyarakat S = sQ;  bila Q naik S juga naik , dan turun bila Q turun.

(d)   Semua tabungan masyarakat diinvestasikan S = I = ∆K. Dalam model Neo-Klasik tidak lagi dipermasalahkan mengenai keseimbangan S dan I. Dengan kata lain perkataan permasalahan yang menyangkut “warranted rate of growth” tidak lagi relevan. Proses pertumbuhan dalam model Neo-Klasik selalu memenuhi syarat warranted rate of growth, karena S dinggap selalu sama dengan I
                                                          
Hasil gambar untuk grafik fungsi produksi neoklasik

b.      Teori Neo-Keyens, Model model pertumbuhan yang masuk didalam teori Neo-Kenynes adalah model Harrod dan Domar yang mencoba memperluas teori Keynes mengenai keseimbangan pertumbuhan ekonomi dalam perspektif jangka panjang melihat pengaruh dari investasi, baik pada AD maupun pada perluasan kapasitas produk ASS, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Model dari Domar memfokuskan pada laju pertumbuhan investasi . sedangkan penekanan dari model harrod pada pertumbuhan Y jangka panjang.


3.      Teori Schumpeter :

a.       Menurut Schumpeter, investasi dapat dibedakan kepada dua golongan yaitu penanaman modal otonomi dan penanaman modal terpengaruh. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan inovasi. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan inovasi.

Hasil gambar untuk Teori Schumpeter


4.      Teori Ketergantungan atau dikenal teori depedensi   (Dependency Theory)  adalah salah satu teori yang melihat permasaalahan pembangunan dari sudut Negara Dunia Ketiga. Menurut Theotonio Dos Santos, Dependensi (ketergantungan) adalah keadaan dimana kehidupan ekonomi negara–negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara–negara lain, di mana negara–negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja. 


Aspek penting dalam kajian sosiologi adalah adanya pola ketergantungan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya dalam kehidupan berbangsa di dunia. Teori Dependensi lebih menitik beratkan pada persoalan keterbelakangan dan pembangunan negara pinggiran. Dalam hal ini, maka dari pernyataan ini dapat dikatakan bahwa teori dependensi  mewakili "suara negara-negara pinggiran" untuk menantang  hegemoni ekonomipolitikbudaya dan intelektual dari negara maju.


6. .Jelaskan Strategi Pembangunan Ekonomi !

      Jawab

STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI

Salah satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam memplajari perekonomian suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Strategi pembangunan ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas faktor-faktor (variabel) yang akan dijadikan faktor/variabel utama yang menjadi penentu jalannya proses pertumbuhan (Suroso,1993). Beberapa strategi pembangunan ekonomi yang dapat di sampaikan;


Strategi Pertumbuhan

Adapun inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah:

·         Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.

·         Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat kebawah (trickle-dowm-effect)- pendistribusian kembali.

·         Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan persyaratan terciptanya pertumbuhan ekonomi

·         Kritik paling keras dari strategi pertama ini adalah, bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam

Strategi pembangunan Dengan Pemerataan

Inti dari konsep strategi ini adalah, dengan ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu

Strategi Ketergantungan

Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan strategi kedua mendorong para ahli ekonomi mencari alternatif lain, sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep ketergantungan adalah:

  • ·         Kemiskinan di negara-negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranyanadalah; meningkatnya produksi nasional, yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.
  • Teori ketergantungan ini kemudian dkritik oleh Kothari dengan mengatakan "... teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (selfdevelopment). Sebab selalu akan gempang sekali bagi kita untuk menumpahkan semua kesalahan pihak luar yang memeras, sementara pemerasan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja..." (Kothari dalam Ismid Hadad, 1980)


Strategi Yang Berwawasan Ruang

Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirrschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurangn mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih maju/kaya. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah kaya atau maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread effects) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (back-wash effect). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.


Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok

Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Indonesia Sedunia (ILO) pada tahun 1975), dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia idak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengganguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya.