- Jelaskan cakupan bahasaembangunan dan masalah pembangunan ekonomi
CAKUPAN BAHASAN EKONOMI PEMBANGUNAN
Usaha-usaha
pembangunan yang banyak dilakukan berbagai NSB pasca PD II dalam pelaksanaannya
banyak mengalami kegagalan dalam memecahkan masalah-masalah pembangunan,sejak
itu aspek-aspek yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi telah menjadi titik
pusat perhatian banyak dan sering dibahas para ahli ekonimi.
Pandangan-pandangan para ekonom mengenai aspek yang berkaitan dengan masalah
pembangunan di NSB itulah yang disebut sebagai ekonomi pembangunan. Ada
beberapa cakupan bahasan dalam Ekonomi Pembangunan diantaranya adalah :
1. Pertumbuhan
Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi sebagai suatu ukuran kuantitatif
yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan
dengan tahun sebelumnya.
2. Kemiskinan
Kemiskinan sebagai salah satu tolak ukur tingkat
pertumbuhan suatu negaran terutama NSB.
3. Pertumbuhan
Modal
Pertumbuahan
modal sebagai salah satu aspek yang penting untuk menciptakan pembangunan.
4. Pengerahan
Tabungan
Rendahnya tingkat tabungan dan pendapatan pajak
menimbulkan masalah besar bagi Negara yang sedang berkembang.
5. Banruan
Luar Negeri
Bantuan dana luar negeri memberikan dua sumbangan
penting kepada usaha pembangunan (i) sebagai suplemen kepada dana pembangunan
yang tersedia di dalam negeri dan (ii) menambah aliran devisa kedalam negeri.
MASALAH PEMBANGUNAN EKONOMI
Identifikasi
masalah-masalah pembangunan dimaksudkan untuk mempercepat upaya pembangunan di
Negara-negara berkembang. Masalah-masalah yang terindentifikasi adalah
factor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi ketimpangan distribusi pendapatan
,kemiskinan, pengangguran , keterbelakangan dan beban ketergantungan.
I. I. KEMISKINAN
Dalam kajian kemiskinan (Fridmann,
1992 : 89 ) sebagai berikut :
a. Powerty line ( garis kemiskinan )
yaitu tingkat konsumsi rumah tangga minimum yang dapat diterima secara social.
b. Absolute and relative poverty (
kemiskinan absolute dan relative ) yaitu kemiskinan yang jatuh dibawah standar
konsumsi minimum dan karenanya tergantung pada kebaikan. Sedangkan relative
adalah kemiskinan yang eksis diatas garis kemiskinan absolute yang sering
dianggap sebagai kesenjangan antara kelompok miskin dan kelompok non miskin
berdasarkan income relatife.
c. Deserving poor adalah kaum miskin
yang mau peduli dengan orang-orang non-miskin, bersih, bertanggungjawab, mau
menerima pekerjaan apa saja demi memperoleh upah yang ditawarkan.
d. Target population, populasi sasaran
adalah kelompok orang tertentu dijadikan sebagai objek dan kebijakan serta
program pemerintah. Mereka dapat berumah tangga yang dikepalai perempuan ,
anak-anak, buruhtani yang tak punya lahan, petani tradisional kecil, korban
perang dan wabah, serta penghuni kampong kumuh perkotaan.
II. II. PENGANGGURAN
Ketenagakerjaan
di Indonesia merupakan masalah klasik. Di satu sisi kelebihan angkatan kerja
dan disisi lain kesulitan mencari tenaga kerja yang terampil dan produktif.
pengangguran menjadi beban tenaga kerja produktif. Bila tingkat ketergantungan
semakin besar akan berdampak persoalan social, politik, dan meningkatnya
kriminalitas. Tingkat produksi menurun, pertumbuhan ekonomi melambat dan
tingkat kesejahteraan masyarakat turun.
A.
Jenis-jenis Pengangguran
Jenis
Pengangguran Berdasarkan kepada sumber / penyebab yang mewujudkan pengangguran
tersebut, yaitu terdiri dari:
a.
Pengangguran normal atau friksional
b.
Pengangguran siklikal
c.
Pengangguran structural
d.
Pengangguran teknologi
Berdasarkan
kepada ciri pengangguran yang wujud, yaitu terdiri dari:
1)
Pengangguran terbuka
2)
Pengangguran tersembunyi
3)
Pengangguran musiman
4)
Setengah menganggur
B.
Dampak Pengangguran.
1)
Bagi perekonomian
a.
Masyarakat tidak dapat memaksimumkan
tingkat kesejahteraan yang mungkin dicapainya.
b.
Pendapatan pajak pemerintah berkurang.
c.
Menghambat pertumbuhan ekonomi.
2)
Terhadap Individu dan Masyarakat
a.
Kehilangan mata pencaharian dan
pendapatan
b.
Kehilangan atau berkurangnya keterampilan
c.
Menimbulkan ketidak-stabilan sosial dan
politik
III.
INFLASI
Inflasi adalah suatu gejala dimana
tingkat harga mengalami kenaikan terus menerus. Berdasarkan definisi tersebut
kenaikan harga umum yang terjadi sekali waktu saja, tidaklah dapat dikatakan
sebagai inflasi.
A. Sebeb-sebab
timbulnya inflasi
.
1) Pandangan Keynes
; jumlah uang beredar (Ms) hanyalah salah satu factor penentu tingkat harga.
Dalam jangka pendek Agregate Deamand (C,I,G) dan pajak (T) juga mempengaruhi
inflasi.
2) Pandangan Aliran Ekspektasi
dan Ekonomi sisi Penawaran
; Ratex percaya bahwa inflasi merupakan fenomena moneter dan jumlah uang
beredar merupakan kunci untuk
mencapai stabilitas harga. Ekonomi sisi
Penawaran . inflasi sebagai fenomena moneter ,pembatasan moneter untuk
mengurangi inflasi, juga penurunan tarif
pajak sebagai salah satu upaya
untuk meningkatkan laju pertumbuhan penawaran agregat tingkat inflasi dapat
dikurangi.
3)
Pandangan
kaum strukturalis
a. Disebabkan
adanya kendala atau kekakuan struktual.
b. Kendala
penawaran bahan pangan yang bersifat inelastic.
c. Kendala
devisa
d. Kendala
viskal
e. Inflasi
merupakan suatu yang inherent di dalam proses pembangunan ekonomi itu sendiri.
2. Jelaskan
dan komparasikan karakteristik umum Negara maju dan Negara berkembang !
Jawab
KARAKTERISTIK
NEGARA MAJU
Suatu negara dikelompokkan menjadi Negara
maju atau negara berkembang didasarkan atas criteria tertentu seperti di bawah
ini :
1) Pendapatan
Perkapital yang Tinggi
Pendapatan perkapital adalah ukuran standar
hidup suatu negara yang diperoleh dengan cara membagi pendapatan nasional
dengan jumlah penduduknya. Pendapatan perkapital menggambarkan keadaan ekonimi
suatu Negara . Negara yang mengoptimalkan potensi sumberdaya perekonomiannya
akan berdampak pada pendapatan nya. Kemampuan tersebut akan terkait potensi sumberdaya
manusia yang dimiliki Negara tersebut . Negara yang potensi sumber daya
manusianya tinggi akan mampu mengoptimalkan sumber daya alam dengan baik
sehingga berdampak pada pendapatan perkapital penduduknya.
|
No
|
Negara
|
Pendapatan per kapita (dolar AS)
|
|
1
|
Amerika serikat
|
53.143
|
|
2
|
Jerman
|
45.085
|
|
3
|
Jepang
|
38.492
|
|
4
|
Inggris
|
39.351
|
|
5
|
Perancis
|
41.421
|
|
6
|
Indonesia
|
3.475
|
2) Tingkat
Kemiskinan yang Rendah
Di Negara maju tidak semua penduduknya
berkecukupan atau kaya . bahkan krisis ekonomi yang dialami sejumlah Negara
maju membuat sebagian penduduknya jatuh miskin bahkan persentasenya melampaui
persentase kemiskinan di sejumlah Negara berkembang. Oleh karena itu , penduduk
di Negara maju juga kelompok miskin. Hanya saja Negara maju terdapat jaminan
social yang baik. Misalnya di jerman 26,7% pendapatan nasionalnya digunakan
untuk belanja Negara dibidang nasional, sedangkan di amerika serikat sekitar
15,9% .
3) Laju
Pertubuhan Penduduk yang Rendah
Data menunjukkan adanya kecenderungan
Negara maju didunia mengalami penurunan pertumbuhan penduduknya. Bahkan jepang
mengalami angka pertubuhan negative atau jumlah penduduknya mengalami
penurunan. Ini desebabkan beberapa alas an sebagai berikut :
a. Penduduk
dinegara maju berpendapat bahwa banyak anak akan menghambat karirnya.
b. Laki-laki
dan perempuan umum nya memiliki kesibukan sehingga mengurangi kesempatan untuk
memilik anak dalam jumlah yang besar.
c. Rata-rata
usia menikah relative tinggi sehingga kemungkinan memiliki banyak anak akan
semakin terbatas.
d. Pelayanan
kesehatan yang memadahi sehingga mengurangi tingkat kematian.
|
No
|
Nama Negara
|
Laju perumbuhan penduduk
alami
|
|
1
|
Amerika serikat
|
0.5
|
|
2
|
Jerman
|
-0.2
|
|
3
|
Jepang
|
-0.2
|
|
4.i
|
Inggris
|
0.4
|
|
5
|
Prancis
|
0.4
|
|
6.
|
Indonesia
|
1.3
|
4) Tingkat
Pendidikan Penduduk yang Tinggi
Tingkat
pendidikan penduduk dapat dilihat dari rata-rata lama sekolah yang dicapai oleh
penduduknya. Rata-rata lama sekolah di Negara maju lebih tinggi dibandingkan
dengan Negara berkembang . hal ini dimungkinkan karena Negara mampu membangun
fasilitas pendidikan yang memadai dan warga Negara juga memiliki pendapatan
yang memadai sehingga manyadiakan anaknya sampai jenjang tertinggi. Berikut ini
pendidikan atara Indonesia dengan Negara maju.
|
No
|
Nama Negara
|
Rata rata lama negara
|
|
1.
|
Amerika serikat
|
16.5
|
|
2
|
Jerman
|
16.3
|
|
3.
|
Jepang
|
15.5
|
|
4
|
Inggris
|
16.2
|
|
5.
|
Prancis
|
16.0
|
|
6.
|
Indonesia
|
12.7
|
5) Kemajuan
Teknoligi yang Tinggi
Perkembangan industry Negara maju
didorong oleh kemajuan teknologi. Eksploitasi atau pemanfaatan sumber daya alam
akan makin mudah dan cepat dengan bantuan teknologi sehingga mampu memberikan
hasil yang optimal. Negara yang tidak memiliki sumber daya alam pun, dengan
teknologi mereka mampu mengolah sumber daya alam yang didatangkan dari Negara
lainnya sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
6) Keadaan
Sosial Budaya
Masyarakat Negara maju memiliki pola
piker yang logis. Mereka tidak percaya dengan hal hal mistis dan tahayul . bagi
mereka keberhasilan tidak dapat dicapai dengan instan, tepai harus dicapai
dengan kerja keras dan penuh perencanaan. Hal yang berbeda dengan sebagian
masyarakat di Indonesia yang percaya dengan mistis.
7) Industrialisasi
Industry di Negara maju berkembang pesat
sehingga banyak penduduk yang tertarik bekerja pada sector tersebut dengan
imbalan yang lebih baik. Sementara itu, sector pertanian dilakukan secara
mekanisasi sehingga makin sedikit menyerap tenaga kerja . berikut ini
perbandingan industry dan sector pertanian di Indonesia dibandingkan dengan
sector sector yang sama di Negara maju.
|
No
|
Negara
|
Sektor industry
|
Sektor jasa
|
Sektor pertanian
|
|
1.
|
Amerika serikat
|
20.7
|
78.3
|
1
|
|
2.
|
Jerman
|
28.6
|
70.3
|
1.1
|
|
3
|
Jepang
|
25.3
|
73.5
|
1.3
|
|
4
|
Inggris
|
26
|
72.9
|
1.1
|
|
5
|
Prancis
|
21.4
|
76.1
|
2.5
|
|
6
|
Indonesia
|
23.77
|
10.84
|
14.98
|
KARAKTERISTIK NAGARA BERKEMBANG
1) Tingkat
Kemakmuran Relatif Rendah
Banyak factor yang mempengaruhi taraf
kemakmuran masyarakat . misalnya keadaan perumahan yang mereka diami , ada
tidaknya aliran listrik , fasilitas untuk memperoleh air bersih, keadaan
infrastruktur pada umumnya , dan tingkat pendapatan yang diperoleh merupakan
beberapa factor penting yang sangat mempengaruhi tingkat kemakmuran . dari
beberapa factor yang ada salah satu factor yang paling penting adalah
pendapatan yang diperoleh masyarakatnya . dengan demikian pendapatan perkapital
dapat digunakan sebagai alat pengukur kasar taraf kemakmuran yang dicapai
penduduk. Sebagai akibat pendapatan yang rendah , sehinga Negara berkembang
menghadapi masalah cukup besar diantaranya dibidang .
- · Masalah kekurangan gizi dan taraf kesehatan yang rendah . ini dapat terlihat dari jumlah kalori makanan yang belum mencapai minimum, life expectancy yang rendah, tingkat kematian pertahun dan tingkat kematian bayi yang cukup tinggi.
- · Kemiskinan masih meluas. Bagian yang cukup besar dari penduduk yang pendapatannya tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan minimum sehari.
- · Taraf pendidikan yang masih renadah. Sebagai dari akibat dari tingkat pendapatan yang rendah , cukup banya kemuarga di Negara berkembang yang tidak memiliki biaya untuk anaknya sekolah.
2) Produktivitas Pekerja Masih Rendah
Produktivitas yang dimaksud adalah
tingkat produksi yang dihasilkan seseotang pertahun. Tingkat produktivitas
seseorang pekerja dinegara berkembang masih cukup rendah dibandingkan dengan
tingkat produktifitas tenaga kerja Negara maju. Hal tersebut disebabkan :
- · Sebagian besar penduduk di Negara berkembang berada di sector pertanian tradisional yang sering menghadapi masalah pengangguran terselubung, berarti kelebihan tenaga kerja di sektot pertanian, akan menurunkan lagi produksi rata-rata pekerja.
- · Kebanyakan usaha di sector manufaktur terdiri dari usaha keluarga, yang menggunakan mesin yang masih kebangkan usaha tradisional dan bersifat padat karya.
- · Sector jasa, seperti sector pertanian , menghadapi masalah pengangguran terselubung dan menurunkan tingkat produktifitas .
- · Diberbagai sector ekonomi, taraf pendidikan dan kesejahtraan pekerja belum mencapai tahap yang diinginkn dan cenderung mengurangi tingkat produktifitas.
3) Tingkat
Pertambahan Penduduk Cukup Tinggi
Dalam bidang kesehatan dan pengobatan
sangat mempengaruhi taraf kesehatan penduduk . salah satunya akibat dan
perkembangan tingkat kematian semakin berkurang , pada waktu yang sama tingkat
kelahiran tidak mengalami perubahan, dengan adanya sifat perubahan tingkat
kelahiran dan tingkat kematian yang ada , menyebabkan tingkat pertambahan
penduduk di Negara berkembang menjadi semakin cepat.
4) Kegiatan
Ekonomi Bersifat ‘’Dualistis”
Kegiatan ekonomi yang bersifat dualistis
adalah suatu kegiatan ekonomi tertentu atau dalam sector tertentu yang
mengunakan dua teknologi yang sangant berbeda. Kegiatan ekonomi yang bersifat
dualistis berlangsung dalam hamper semua sector kegiatan ekonomi. Yaitu sector
pertanian , manufaktur , dan jasa, contohnya dalam sector industry, yao=itu
misalnya dalam industry membuat pakaian. Industry garmen untuk ekspor
menggunakan cara produksi secara missal , sedangkan untuk penjahit dikampung
menghasilkan pakaian berdasarkan pesanan. Hal tersebut memunculkan dualism
social dualism social di Negara berkembang.
5) Kegiatan
Ekonomi Berpusat Disektot Pertanian
Lebih
setengah abad belakangan ini, dibeberapa negara berkembang telah terjadi
perubahan kegiatan ekonomi yang drastis. Malaysia misalnya, ketika mencapai
kemerdekaan di than 1957, kegiatan ekonomi masih bertumpu pada sector
pertanian. Artinya, sebagian tenaga kerja berada di sektor tersebut, dengan
begitu bagian terbesar dari pendapatan nasional berasal dari kegiatan pertanian
dan hasil pertanian merupakan produk ekspor yang utama. Pada saat ini keadaan
telah berubah, baik ditinjau dari segi menyediakan kesempatan kerja, mewujudkan
pendapatan nasional dan sumber pendapatan ekspor, peranan pertanian telah
semakin merosot, sedangkan peranan sector industri dan jasa menjadi sangat
penting.
6) Bahan Mentah Merupakan Bahan Ekspor
Utama
Di banyak negate berkembang
kecenderungan ini masihtetap ada. Cirri umum dari ekspor hasil sector primer
tersebut adalah , beberapa jenis bahan mentah merupakan bagian terbesat dari
keseluruhan ekspor, sebagai contoh timah dan minyak bumi merupakan ekspor
terbesar dari Bolivia dan meliputi lebih kurang dua pertiga dari keseluruhan
ekspor.
3. Pembangunan
ekonomi ditunjukkan dengan kemajuan dan pertumbuhan pendapatan nasional,
jelaskan :
a. Definisi
b. Metode
perhitungan
c. Laju
pertumbuhan pendapatan nasional
Jawab
a. – Kemajuan pembangunan ekonomi
ialah perkataan yang digunakan secara meluas dalam semua media massa diselurug
dunia dan merupakan konsep yang kerap kali disebut dan dibincangkan oleh semua
lapisan masyarakat, sama ada di timur maupun di barat , terutama di kalangan
ahli politik, dan ahli sains social. Pertumbuhan ekonomi bukan saja memerlukan pertambahan
sumber ekonomi secara kuantitatif, tetapi boleh juga dicapai melalui
peningkatan kualiti sumber ekonomi. Contohnya, peningkatan kualiti yang ada
pada sumber manusia, yaitu dari segi kemahiran dan pengetahuan yang tersedia.
Peningkatan kualiti sumber manusia boleh meningkatkan keahlian bekerja, dan
seterusnya meningkatkan produktivitas. Dengan cara ini juga pengeluaran
keseluruhan barangan dan permintaan dapat ditingkatkan.
-
Pertumbuhan Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang
dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara (Sukirno, 2008, p36). Pengertian
berbeda dituliskan dengan huruf besar P dan N, dimana Pendapatan Nasional
adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan
untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu (Sukirno, 2008,
hal: 36).
b. Metode Penghitungan Pendapatan
Nasional
Perhitungan pendapatan nasional dimulai
dengan Produk Domestik Bruto. PDB itu sendiri dapat dihitung atau diukur dengan
tiga macam pendekatan yaitu:
a.
Pendekatan Produksi
Menurut pendekatan produksi PDB adalah
jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi
di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Unit-unit produksi yg
dimaksud secara garis besar dipilah-pilah menjadi 11 sektor atau lapangan
usaha, yaitu:
1. Pertanian
2. Pertambangan dan penggalian
3. Industri pengolahan
4. Listrik, gas dan air
minum
5. Bangunan
6. Perdagangan
6. Perdagangan
7. Pengangkutan dan komunikasi
8. Bank dan lembaga keuangan lainnya
9. Sewa rumah
10. Pemerintah
11. Jasa-jasa
b. Pendekatan Pendapatan
Menurut pendekatan pendapatan PDB
adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor yang turut serta
dalam proses produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Balas
jasa yang dimaksud meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan
keuntungan.
c.
Pendekatan Pengeluaran
Menurut pendekatan pengeluaran PDB
adalah jumlah seluruh komponen permintaan akhir meliputi:
a.
Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan
lembaga swasta yang tidak mencari keuntungan
b.
Pembentukan modal tetap domestik
bruto dan perubahan stok
c.
Pengeluaran konsumsi pemerintah
d.
Ekspor neto (yaitu ekspor
dikurangi impor) dalam jangka waktu setahun
c.
Laju
pertumbuhan ekonomi nasional adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian
yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah
dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat
dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan
kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor
produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan
jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar
dari pertambahan produksi yang sebenarnya.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai
proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam
bentuk kenaikan pendapatan nasional. Perekonomian dikatakan mengalami
pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor
produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya.
Berkelanjutan pertumbuhan ekonomi harus mengarah standar hidup yang lebih
tinggi nyata dan kerja meningkat. Indikator yang digunakan untuk menghitung
tingkat Pertumbuhan Ekonomi .
·
Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto)
·
Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto)
Pertumbuhan
Eknonomi = (PDB 2014 – PDB 2013): PDB 2013 x 100
Sebagai
contoh, berikut adalah data PDB Indonesia padat tahun 2011 – 2014
|
Tahun
|
PDB (Milyar Rp.)
|
|
2011
|
2.464.677,0
|
|
2012
|
2.618.936,0
|
|
2013
|
2.770.345,0
|
|
2014
|
2.909.181,5
|
Data
PDB kita hitung berdasarkan rumus diatas:
Pertumbuhan
Ekonomi 2014= (PDB 2014 – PDB 2013): PDB 2013 x 100
= (2.909.181,5 – 2.770.345,0) : 2.770.345,0 x 100
= 5,01 %
Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara
Kenaikan
GDP dapat muncul melalui:
1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
1. Kenaikan penawaran tenaga kerja
2. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
3.
Kenaikan produktivitas
Faktor-faktor
pertumbuhan ekonomi
• Faktor sumber daya manusia
• Faktor sumber daya alam
• Faktor ilmu pengetahuan dan teknologi
• Faktor budaya
• Sumber daya modal
• Faktor sumber daya manusia
• Faktor sumber daya alam
• Faktor ilmu pengetahuan dan teknologi
• Faktor budaya
• Sumber daya modal
4.
Indicator keberhasilan pembangunan ekonomi ditunjukkan
melalui 2 indikator yaitu :
a.
Indikator moneter -> Pendapatan Perkapital dan
kesejahtraan ekonomi bersih.
b.
Indicator non moneter -> indicator social , kualitas
hidup dan pembangunan manusia.
Jelaskan
2 indikator tersebut
Jawab
a.
Indikator Moneter
·
Indikator
Pendapatan Per Kapital
Perekonomian dikatakan sedang tumbuh / berkembang
apabila adanya serangkaian peristiwa yang timbul untuk mewujudkan peningkatan
pendapatan per kapita dalam jangka waktu panjang, sehingga sekalipun ada satu
waktu di mana peningkatan pendapatan per kapita seolah-olah terhenti, tapi bila
di waktu mendatang terjadi peningkatan , maka itu tetap dapat disebut terdapat
pembangunan ekonomi.
Melalui
indikator pendapatan perkapita ini Bank Dunia (2003) mengklasifikasikan negara
menjadi tiga golongan, yaitu :
a) Negara
berpenghasilan rendah (low-income economies)
Negara-negara
ini memiliki Pendapatan perkapita Kurang atau sama dengan US$ 745 petahun.
b) Negara
berpenghasilan menengah (middle-income economies)
Kelompok
Negara ini memiliki Pendapatan perkapita lebih dari US$ 745 namun kurang dari
US$ 8.626 pertahun
Kelemahan
umum Pendekatan Pendapatan Per Kapita, Kelemahan dalam indikator ini
adalah bersumber pada anggapan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat
ditentukan oleh besarnya pendapatan per kapita msayarakat tersebut.
Kelemahan Metodologi Pendekatan
Pendatapan per Kapita
,Nilai pendapatan perkapita secara khusus merupakan indeks untuk
menunjukkan perbandingan kesejahteraan dan jurang tingkat kesejahteraan
antar masyarakat masih mempunyai kelemahan. Kelemahan tersebut timbul karena
perbandingan dengan cara demikian mengabaikan adanya perbedaan-perbedaan antara
Negara dalam hal seperti, struktur umur penduduk, distribusi pendpatan
masyarakat nasional, metode perhitungan pendapatan, dan perbedaan nilai mata
uang nasional dengan mata uang dolar Amerika Serikat.
·
Indikator
Kesejahteraan Ekonomi Bersih (Net Economic Welfare)
Diperkenalkan
William Nordhaus dan James Tobin (1972), menyempurnakan nilai-nilai GNP untuk
memperoleh indikator ekonomi yg lebih baik, dengan dua cara :
a.
Koreksi
Positip : Memperhatikan waktu senggang (leisure time) dan perekonomian sektor
informal.
b. Koreksi Negatif : Kerusakan
lingkungan oleh kegiatan pembangunan
b.
Indikator Non Moneter
Indikator
ini merupakan indicator yang diambil dari beberapa hal pokok yang berkaitan
dengan kehidupan masyarakat. Sama halnya dengan indicator sebelumnya, Indikator
memiliki beberapa macam-macam sub- Indikator. Berikut ini adalah uraiannya.
1.
Indikator
Sosial
Ahli
Pembangunan Ekonomi yang bernama Beckerman membedakan berbagai penelitian
tentang cara-cara membandingkan tingkat kesejahteraan dalam 3 kelompok.
1.
Kelompok
pertama,
merupakan suatu usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan yang terjadi
dalam masyarakat yang ada di dalam dua atau beberapa Negara dengan cara
memperbaiki pelaksanaan dalam perhitungan pendapatan nasional biasa. Usaha ini
dipelopori oleh Colin Clark yang selanjutnya disempurnakan oleh Gilbert dan
Kravis.
2.
Kelompok
kedua, dengan
usaha membuat penyesuaian dalam pendapatan masyarakat yang dibandingkan dengan
melihat pertimbangan perbedaan tingkat harga disetiap Negara.
3.
Kelompok
ketiga, adalah
usaha untuk membuat perbandingan tingkat kesejahteraan dari setiap Negara
berdasarkan pada data yang tidak bersifat moneter seperti, jumlah kendaraan
bermotor, konsumsi minyak, jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan, dan usaha
ini dipelopori oleh tokoh yang bernama Bennet.
Menurut
Beckerman, dari tiga cara diatas, cara yang dirasa paling tepat adalah cara
yang dilakukan oleh Gilbert dan Kravis. Cara ini merupakan usaha untuk
membandingkan tingkat kesejahteraan dan pembangunan di berbagai Negara dengan
memperbaiki metode pembanding dengan menggunakan data pendapatan nasional dari
masing-masing Negara.
2. Indeks Kualitas Hidup dan
Pembangunan Manusia (IPM)
Untuk
mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, ada sebuah indeks gabungan yang
dikenal dengan Physical Quality of Line Index (PQLI) dan Indeks
Kualitas Hidup (IKH). Indeks ini diperkenalkan oleh Morris D. Morris.
Indeks Kulaitas Hidup (IKH) terdiri dari 3 indikator yakni, tingkat harapan
hidup, angka kematian, dan tingkat melek huruf.
Sejak
tahun 1990, UnitedNetions for Development Program (UNDP) ini mengembangkan indeks yang sering dikenal dengan istilah
Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Sedangkan indicator yang digunakan untu
mengukur indeks ini adalah:
1. Tingkat
harapan hidup.
2. Tingkat
melek huruf masyarakat.
3. Pendapatan
riil perkapita berdasarkan daya beli masing-masing Negara.
Indeks HDI ini besarannya antara 0
sampai dengan 1,0. Apabila angka indeks yang diperoleh dari suatu Negara
mendekati 1, maka HDI di Negara tersebut semakin tinggi. Sedangkan, apabila
angka indeks mendekati 0, maka Negara tersebut memiliki indeks pembangunan
manusia yang rendah.
5.
Ada
berbagai mazhab dalam teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya :
a. Mazhab Historismus :
·
Friendric
List
·
Bruno
Hildebrand
·
Karl
Bucher
·
Karl
Walt Whitman Rostow
b. Mazhab Analisis
·
Teori
klasik :
Ø Adam Smith
Ø David Ricardo
·
Teori
non klasik :
Ø Solow Swan
Ø Keynestan (Domar)
·
Teori
Schumpeter :
Ø Ekonomi Develotmen
·
Teori
ketergantungan
Jelaskan mazhab, teori dan pernyataan dari masing-masing
ekonomi perintisnya
Jawab
a) Mazhab Historismus
·
Friedrich List ,sebenarnya adalah seorang penganut paham Laissez faire yang berpendapat bahwa sistem atau
paham ini dapat menjamin alokasi sumber daya yang optimal.
Dengan kata-kata lain perkembangan ekonomi hanya terjadi apabila dalam
masyarakat terdapat kebebasan dalam organisasi politik dan kebebasan
perorangan.
Tetapi
ia menghendaki adanya proteksi pemerintah bagi industri-industri yang masih
lemah. Suatu hal yang dapat dimengerti karena dia menghendaki berkembangnya
industri di Jerman yang pada waktu itu masih jauh tertinggal dibandingkan
dengan di Inggris.Dengan demikian menurut Friedrich List perkembangan ekonomi
yang sebenarnya tergantung kepada peranan pemerintah, organisasi swasta dan
lingkungan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Friedrich List meneliti
tahap-tahap pertumbuhan ekonomi dari segi perkembangan teknik produksi atau perilaku masyarakat dalam
berproduksi. Tahap-tahap tersebut adalah , 1) mengembara,2) berternak,
3)pertanian,4) pertanian dan industry rumah tangga { manufaktur ), 5)pertanian,
industry manufaktur dan perdagangan
·
Bruno
Hildebrand, Bruno Hildebrand mengkritik Friedrich List dan
berdasarkan pengalaman Inggris dia mengatakan bahwa perkembangan masyarakat
atau ekonomi bukan karena sifat-sifat produksi atau konsumsi, tetapi karena
perubahan-perubahan dalam metoda distribusi yang digunakan.Dia menganalisis proses pertumbuhan ekonomi dari segi
evolusi alat-alat tukar, yaitu
1.
Perekonomian
barter (ditukarkan dengan barang), adalah bentuk perekonomian pertukaran yang
paling awal. Meskipun demikian dalam perekonomian modern dewasa ini masih
dijumpai barter tetapi terwujudnya sudah lebih maju sesuai dengan perkembangan
zaman. Dalam perekonomian barter, khususnya barter yang tradisional
barang-barang (atau jasa-jasa) dipertukarkan secara langsung oleh kedua pihak.
2.
Perekonomian
uang , dalam perekonomian
ini, pertukaran dilakukan dengan menggunakan suatu media yang disbut uang. Namun demikian kegunaan
uang lama-kelamaan juga mengalami perkembangan sehingga tidak hanya lagi
sekedar alat tukar. Dalam kepustakaan teori ekonomi moneter dikenal 4 kegunaan
uang berikut, dua yang pertama diantaranya sangat mendasar sedang dua lainnya
merupakan tambahan, yaitu: (a) alat tukar, (b) alat penyimpan nilai/ daya beli,
(c) Satuan hitung, (d) Ukuran pembayaran masa depan (hutang piutang).
3.
Perekonomian kredit, dalam setiap
transaksi selalu dijumpai tiga fenomena berikut: (a) Negosiasi, (b)Penyerahan barang dan jasa yang ditransaksikan, dan
(c) Pembayaran
(dalam perekonomian uang lazim dengan menggunakan satuan mata uang tersebut).
Apabila antara penyerahan barang/jasa dengan pembayaran terdapat perbedaan
waktu yang cukup berarti (sesuai dengan perjanjian kedua pihak yang terlibat
dalam perdagangan tersebut), maka proses pertukaran itu dikatakan berlangsung
secara kredit. Bila proses pertukaran semacam ini sudah umum terjadi dalam
suatu pertukaran, maka perekonomian itu dapat disebut “perekonomian kredit”.
·
Karl
Bucher, mengemukakan analisisnya dengan mengacu kepada evolusi perekonomian di
Jerman. Dia mencoba mensintesakan pendapat List dan Hildebrand dengan
mengatakan bahwa perekonomian tumbuh melalui 3 tahap, yaitu:
1.
Perekonomian Rumah Tangga
Pada tahap ini suatu rumah tangga
memproduksi sendiri produk-produk yang mereka butuhkan, yang dengan demikian
tidak terdapat perdagangan seperti yang banyak dikenal pada saat
sekarang.Unit-unit produksi dengan sendirinya juga merupakan unit-unit
konsumsi.Dalam pada itu kebutuhan masyarakat terhadap barang-barang dan
jasa-jasa masih sangat terbatas.Organisasi produksi hanya sekedar untuk
memenuhi kebutuhan hidup yang sangat pokok dengan menggunakan teknologi yang
masih sangat sederhana
2.
Perekonomian Kota
Dalam
tahap ini, perdagangan sudah meluas. Sebelumnya memang sudah terjadi juga
perdagangan, tetapi skalanya masih sangat kecil dan mungkin hanya bersifat antar keluarga di suatu
dusun, kampung atau pedesaan, dimana diantara para pelaku satu sama lain
mungkin masih saling mengenal. Pasar (terutama dalam arti fisik) memang
cenderung untuk berada di tempat yang relatif ramai, meskipun berlokasi di
daerah pedesaan. Dengan semakin berkembangnya perdagangan, maka pasar akan
semakin ramai pula, seingga lama-kelamaan berkembang menjadi suatu kawasan yang
disebut kota yang melahirkan perekonomian kota.
3.
Perekonomian Nasional
Pada
tahap ini produksi dan pertukaran sudah mengalami kemajuan selangkah lagi
dimana hampir semua kegiatan ekonomi perkotaan dan pedesaan di suatu negara
sudah semakin terintegrasi.Begitu pula batas wilayah kekuasaan antara satu
negara dengan negara lainnya sudah semakin jelas.Peranan pemerintah dalam
ekonomi perdagangan dengan demikian menjadi semakin penting.Zaman ini di Eropa
pada masa itu biasa disebut dengan merkantilisme (1500-1750 Masehi) atau zaman
kapitalisme awal.Merkantilisme adalah suatu paham yang menekankan pentingnya
pembentukan suatu negara nasional yang kuat melalui pemupukan kemakmuran
nasional.Dalam pelaksanaannya pengembangan perekonomian nasional ini dilakukan
dalam konteks internasional, dimana kebijaksanaan perdagangan internasional
memperoleh perhatian yang sangat penting.
·
Karl
Walt Whitman Rostow
Teori
tahap-tahap pertumbuhan ekonomi Rostow dapat dikatakan sebagai reaksi terhadap
teori komunis Marx. Hal ini terlihat dari karya utama Rostow yang berjudul: The Stages of Economic Growth A
Non-Communist Manifesto. Seperti analisis Marx, model pertumbuhan ini
ternyata jauh lebih berpengaruh kepada para politisi daripada kepada para
teoritisi ekonomi atau sejarawan profesional
Rostow
yang beradal dari TexasUniversity mengajukan lima tahap pertumbuhan ekonomi,
yaitu :
1. Masyarakat Tradisional
Tahap
ini adalah tahap paling awal dari pertumbuhan ekonomi, yang menurut Rostow
mempunyai karakteristik sebagai berikut :
(a) Kebiasaan-kebiasaan lama menentukan
organisasi dan metoda produksi.
(b)
Dampak sains teknologi terhadap
kegiatan ekonomi relatif kecil.
(c)
Masyarakat
merasa tidak memerlukan perubahan.
Ketiga
karakteristik utama ini satu sama lain saling berkaitan sehingga yang satu
sering merupakan akibat bagi yang lain.
2. Prakondisi
untuk Take-off
Tahap kedua adalah tahap transisi dari tradisional ke take-off. Pada tahap ini
prasyarat-prasyarat untuk take-off dibangun atau atau tercipta. Di
negara-negara Eropa Barat prasyarat-prasyarat ini diciptakan secara
perlahan-lahan, yaitu sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI, yaitu pada waktu
abad pertengahan berakhir dan abad modern dimulai.
Dari segi
prasyarat yang harus dipenuhi untuk masuk ke tahap ini Rostow membedakan dua
kategori negara berdasarkan sistem masyarakatnya:
a.
Negara yang harus merombak sistem masyarakatnya yang
tradisional. Tipe ini dialami oleh kebanyakan negara-negara Asia, Timur Tengah
dan Afrika
b.
Negara-negara yang tidak perlu merombak sistem
masyarakatnya, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru.
Negara-negara ini tidak perlu merombak sistem masyarakatnya, karena sebagian
besar penduduk negara-negara ini berasal dari Eropa Barat yang sudah lebih dulu
berkembang, dan oleh karena itu sudah memiliki sifat-sifat yang diperlukan
untuk berada pada tahap “Prakondisi untuk Take off”. Perhatikan bahwa
negara-negara ini adalah bekas jajahan Inggris dan hingga kini menggunakan
bahasa Inggris sebagai bahasa resminya
3.
Periode Take-off
Menurut
Rostow waktu yang diperlukan dalam periode ini berkisar antara 20 sampai dengan
30 tahun. Untuk take
off suatu negara harus
memenuhi tiga syarat (karakteristik) berikut.
a.
Investasi Netto meningkat sekitar dua kali lipa hingga
menjadi di atas 10 persen dari GNP atau pendapatan nasional.
b.
Berkembangnya satu atau beberapa sektor (industri)
manufaktur penting dengan laju pertumbuhan yang tinggi
c.
Hadirnya secara cepat suatu kerangka politik, sosial
dan organisasi yang menampung hasrat ekspansi di sektor modern dan menumbuhkan
daya dorong kepada pertumbuhan.
Ketiga
syarat tersebut satu sama lainnya saling berkaitan dan selanjutnya akan dibahas
satu per satu.
4.
Periode Menuju Kematangan (Drive to Maturity)
ini
memerlukan waktu sekitar 40 atau 50 tahun. Karakteristik suatu perekonomian
yang berada dalam periode ini adalah sebagai berikut:
a.
Teknologi produksi sudah matang
b.
Rentangan produksi semakin meluas
c.
Struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan
d.
Kepemimpinan dunia usaha mengalami perubahan
e.
Adanya
gejala kebosanan masyarakat terhadap kemajuan industrialisasi
Kelima karakteristik ini satu sama lain
saling berkaitan dimana yang satu merupakan akibat dari yang lai
5.
Periode
Konsumsi Tinggi dan Besar-besaran
Merupakan
kelanjutan dari periode menuju kematangan. Disebut konsumsi tinggi dan
besar-besaran ((Highmass consumption) karena dalam periode ini terdapat
perkembangan yang pesat dalam konsumsi masyarakat, baik secara kualitatif
maupun kuantitatif. Karakteristiknya secara garis besar adalah sebagai berikut:
a.
Pemenuhan
produk-produk kebutuhan pokok bukan lagi merupakan problema utama.
b.
Perhatian
masyarakat lebih ditujukan kepada masalah-masalah konsumsi dan kesejahteraan
masyarakat dalam arti luas, tidak lagi pada masalah produksi seperti pada
peridoe sebelumnya. Dengan kata lain pada tahap ini
keseimbangan perhatian masyarakat sudah beralih dari penawaran ke permintaan.
Jumlah barang-barang konsumsi yang dibutuhkan oleh masyarakat (konsumen) sudah
semakin banyak yang dapat dipenuhi. Konsumsi barang-barang konsumsi tahan lama,
seperti mobil, kulkas dan peralatan rumah tangga lainnya menjadi semakin
populer
c.
Adanya migrasi ke pinggiran kota
d.
Suasana persaingan semakin tajam terutama dalam al: (i)
memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negeri; (ii) menciptakan kemakmuran
yang lebih merata bagi penduduk, misalnya melalui penerapan sistem pajak
progresif, peningkatan jaminan sosial dan pengadaan fasilitas hiburan bagi para
pekerja; dan (iii) Mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat.Kecenderungan kepada konsumsi besar-besaran
barang-barang yang tahan lama (durable goods), ketiadaan pengangguran dan
peningkatan kesadaran akan jaminan sosial membawa perekonomian kepada laju
pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi.
Mazhab Analisis
1.
Teori Klasik :
a.
Adam Smit ,
berpendapat untuk berlakunya
perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi atau pembagian kerja agar
produktivitas tenaga kerja bertambah. Pembagian kerja harus ada akumulasi
kapital terlebih dahulu yang berasal dari dari dana tabungan, juga menitik
beratkan pada Luas Pasar. Pasar harus seluas mungkin agar dapat menampung hasil
produksi, sehingga perdagangan internasional menarik perhatian. pasar terdiri
pasar luar negeri dan pasar dalam negeri. Sekali pertumbuhan itu mulai maka ia
akan bersifat kumulatif artinya bila ada pasar yang dan ada akumulasi kapital,
pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikkan tingkat produktivitas tenaga
kerja. Berikut ada beberapa teori dari smith :
1.
Sumber Pemikitan
, Paham filsafat naturalis merupakan landasan pemikiran Smith. Tetapi Smith
tidak mulai dari nol, rantai panjang telah merangkai landasan tersebut. Dalam
aliran ini ditemukan nama-nama Stoic dan Epicturus dalam filsafat alamiah
Yunani kuno. Dalam kerajaan Romawi juga tercatat nama-nama besar, seperti
Cicero, Seneca dan Epictitus. Selanjutnya dalam kurun waktu Renaissance dan
Reformasi aliran ini kembali mengalami modifikasi dalam karya-karya Bacon,
Hobbes dan Locke. Aliran Pisiokrat mengembangkannya lebih lanjut dan pada masa
Adam Smith sepenuhnya mekar dalam pemikiran ekonomi.
2.
Filsafat Sosial
dan Politik , menyatakan bahwa pada hakekatnya perilaku manusia mempunyai
enam motif. Keenam motif itu adala cinta diri sendiri (self-love),
simpati, keinginan untuk merdeka, mempunyai sopan santun (sense of propriety),
senang bekerja dan cenderung untuk saling menukar, barter dengan barang-barang
lain. Dengan dasar dan motif ini manusia bebas mempertimbangkan dan memperoleh
apa yang dia rasa patut untuk kepentingan dirinya. Mencintai diri sendiri
saling berkaitan dengan motif-motif lainnya, terutama dengan motif
simpati dengan motif ini akan dicapai keseimbangan alamiah perilaku manusia,
yang katanya diatur olehinvisible hand. Konsekuensi dari motif tersebut adalah
campur tangan pemerintah yang terlalu jauh yang akan bersifat negative.
3.
TEORI NILAI ,
Teori nilai tidak kurang dari dua ratus tahun sebeluim buku Smith yang terkenal
itu terbit, ahli-ahli ekonomi senantiasa mencari sumber akhir kekayaan suatu
bangsa. Seperti telah diutarakan pada uraian aliran pemikiran ekonomi,
merkantilisme mengandalkan sumber kekayaan pada perdagangan luar negeri.
Sedangkan aliran fisiokrat melihatnya dari sektor pertanian dan pertukaran.
Adam Smith melanjutkan pemikiran-pemikiran yang telah ada sebelumnya yakni yang
telah dikemukakan oleh Petty dan Chantillon. Smith melihat bahwa tenaga kerja
adalah sumber dari kebutuhan hidup. Menurut Smith, kekayaan suatu bangsa
tergantung pada: Pertama, tingkat produktivitas tenaga kerja dan kedua, jumlah
penggunaan tenaga kerja, yakni tenaga kerja produktif yang terpakai.
4.
Teoti Modal dan
Distribusi , Pada uraian tadi telah disampaikan bahwa pada ekonomi yang
lebih modern, telah terjadi akumulasi modal dan lahan dimiliki tuan lahan,
sedangkan pemilik modal mendapat laba. Dengan demikian terjadi pergeseran arti
teori nilai yang semula dikemukakan Smith, yang dianggap berlaku pada
masyarakat dengan ekonomi yang primitif. Dengan demikian, nilai nyata suatu
barang sama dengan ongkos produksi. Jadi sumber nilai bukan hanya tenaga kerja,
tetapi juga lahan dan pemilik modal.
b.
David Ricardo
, berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga dua
kali lipat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga
kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan
untuk membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami
kemandegan (statonary state). Teori ini dituangkannya dalam bukunya yang
berjudul The Principles of Political and Taxation.
2.
Teori Non Klasik :
a.
Solow Swan,
Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung kepada pertambahan penyediaan
faktor¬faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal) dan
tingkat kemajuan teknologi. Pandangan ini didasarkan kepada anggapan yang
mendasari analisis Klasik, yaitu perekonomian akan tetap mengalami tingkat
pengerjaan penuh (full employment) dan kapasitas peralatan modal akan tetap
sepenuhnya digunakan sepanjang waktu. Dengan kata lain, sampai di mana
perekonomian akan berkembang tergantung pada pertambahan penduduk, akumulasi
kapital, dan kemajuan teknologi.
menurut teori ini, rasio modal-output (capital-output
ratio = COR) bisa berubah. Dengan kata lain, untuk menciptakan sejumlah output
tertentu, bisa digunakanjumlah modal yang berbeda-beda dengan bantuan tenaga
kerja yang jumlahnya berbeda-beda pula, sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika
lebih banyak modal yang digunakan, maka tenaga kerja yang dibutuhkan lebih
sedikit. Sebaliknya jika modal yang digunakan lebih sedikit, maka lebih banyak
tenaga kerja yang digunakan. Dengan adanya “keluwesan” (fleksibilitas) ini
suatu perekonomian mempunyai kebebasan yang talk terbatas dalam menentukan
kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan digunakan untuk menghasilkan tingkat
output tertentu. Fungsi Solow-Swan bisa dituliskan dengan cara berikut :
Q = F(K,L)
Ket:
K = capital
L = tenaga kerja
Walaupun dalam kerangka umum dari model Solow-Swan mirip dengan model model Harrod-Domar, tetapi model Solow-Swan lebih “luwes” karena :
Walaupun dalam kerangka umum dari model Solow-Swan mirip dengan model model Harrod-Domar, tetapi model Solow-Swan lebih “luwes” karena :
(a) Menghindari masalahy “ketidakstabilan” yang mkemrupakan cirri warranted rate of growth dalam model Harrod-Domar
(b) Bisa lebih luwes digunakan untuk menjelaskan masalah-masalah distribusi pendapatan.
Ada empat hal yang melandasi model Neo-Klasik:
(a) Tenaga kerja (atau produk), L, tumbuh dengan laju tertentu, misalnya p per tahun
(b) Adanya fungsi produksi Q = F ( K, L ) yang berlaku bagi setiap produksi.
(c) Adanya kecenderungan menabung (prospensity to save) oleh masyarakat yang dinyatakan sebagai proporsi (s) tertentu dari output (Q0. Tabungan masyarakat S = sQ; bila Q naik S juga naik , dan turun bila Q turun.
(d) Semua tabungan masyarakat diinvestasikan S = I = ∆K. Dalam model Neo-Klasik tidak lagi dipermasalahkan mengenai keseimbangan S dan I. Dengan kata lain perkataan permasalahan yang menyangkut “warranted rate of growth” tidak lagi relevan. Proses pertumbuhan dalam model Neo-Klasik selalu memenuhi syarat warranted rate of growth, karena S dinggap selalu sama dengan I
b.
Teori Neo-Keyens,
Model model pertumbuhan yang masuk didalam teori Neo-Kenynes adalah model
Harrod dan Domar yang mencoba memperluas teori Keynes mengenai keseimbangan pertumbuhan
ekonomi dalam perspektif jangka panjang melihat pengaruh dari investasi, baik
pada AD maupun pada perluasan kapasitas produk ASS, yang pada akhirnya akan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Model dari Domar memfokuskan pada laju
pertumbuhan investasi . sedangkan penekanan dari model harrod pada pertumbuhan
Y jangka panjang.
3.
Teori Schumpeter :
a. Menurut
Schumpeter,
investasi dapat dibedakan kepada dua golongan yaitu penanaman modal otonomi dan
penanaman modal terpengaruh. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal
yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan
inovasi. Penanaman modal otonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan pada
kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan inovasi.
4.
Teori Ketergantungan atau dikenal
teori depedensi (Dependency Theory)
adalah salah satu teori yang melihat
permasaalahan pembangunan dari sudut Negara
Dunia Ketiga. Menurut Theotonio
Dos Santos, Dependensi
(ketergantungan) adalah keadaan dimana kehidupan ekonomi negara–negara
tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi
negara–negara lain, di mana negara–negara tertentu ini hanya berperan sebagai
penerima akibat saja.
Aspek penting dalam
kajian sosiologi adalah adanya pola ketergantungan antara masyarakat
yang satu dengan masyarakat yang lainnya dalam kehidupan berbangsa di
dunia. Teori Dependensi lebih menitik beratkan pada persoalan
keterbelakangan dan pembangunan negara pinggiran. Dalam hal ini, maka dari
pernyataan ini dapat dikatakan bahwa teori dependensi mewakili "suara negara-negara
pinggiran" untuk menantang hegemoni ekonomi, politik, budaya dan intelektual dari negara maju.
6.
.Jelaskan Strategi Pembangunan Ekonomi !
Jawab
STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
Salah
satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam memplajari perekonomian suatu
negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Strategi
pembangunan ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas
faktor-faktor (variabel) yang akan dijadikan faktor/variabel utama yang menjadi
penentu jalannya proses pertumbuhan (Suroso,1993). Beberapa strategi
pembangunan ekonomi yang dapat di sampaikan;
Strategi Pertumbuhan
Adapun
inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah:
·
Strategi
pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal,
serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusat,
sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
·
Selanjutnya
bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses
merambat kebawah (trickle-dowm-effect)- pendistribusian kembali.
·
Jika
terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan persyaratan
terciptanya pertumbuhan ekonomi
·
Kritik
paling keras dari strategi pertama ini adalah, bahwa pada kenyataan yang
terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam
Strategi pembangunan Dengan
Pemerataan
Inti dari konsep strategi ini adalah, dengan ditekannya
peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya
melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu
Strategi Ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi
pertama dan strategi kedua mendorong para ahli ekonomi mencari alternatif lain,
sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi
ketergantungan. Inti dari konsep ketergantungan adalah:
- · Kemiskinan di negara-negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranyanadalah; meningkatnya produksi nasional, yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.
- Teori ketergantungan ini kemudian dkritik oleh Kothari
dengan mengatakan "... teori ketergantungan tersebut memang cukup
relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan
dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (selfdevelopment).
Sebab selalu akan gempang sekali bagi kita untuk menumpahkan semua
kesalahan pihak luar yang memeras, sementara pemerasan yang terjadi di
dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja..." (Kothari
dalam Ismid Hadad, 1980)
Strategi Yang Berwawasan Ruang
Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirrschman,
yang mengemukakan sebab-sebab kurangn mampunya daerah miskin berkembang secepat
daerah yang lebih maju/kaya. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin
berkembang secepat daerah kaya atau maju dikarenakan kemampuan/pengaruh
menyebar dari kaya ke miskin (spread effects) lebih kecil daripada terjadinya
aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (back-wash effect).
Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya
bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman
percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Sasaran dari strategi ini adalah
menanggulangi kemiskinan secara massal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan
oleh Organisasi Perburuhan Indonesia Sedunia (ILO) pada tahun 1975), dengan
menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia idak mungkin dapat dipenuhi jika
pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengganguran.
Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja,
peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya.